ma-sihAWAM-community

Blog Entrykeluh kesahNov 14, '07 8:23 PM
for everyone
ga tau dapet darimana nih, cuma pas banget.....
  >
  > Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila
  > tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin
  > meminta maaf kepada bapak ? ibu pengguna roda empat
  > mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami
  > tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan
  > anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau
  > kekiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan.
  > Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan,
  > masker, yang kami gunakan di siang   bolong. Tentunya
  > rasa kepanasan ini tdk anda rasakan, karena
  > dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
  > dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya
  > mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian
  > bawah helm, he he he.
  >
  > Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun
  > mengambil jalur kanan yang berlawanan, itupun bukan
  > karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari
  > alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup
  > oleh MPV ataupun SUV bapak ?ibu. Rasanya kami nggak
  > kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, yg
  > belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami
  > takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja.
  > Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak
  > perlu absen kan?, kalo masuk kerja?
  >
  > Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus
  > pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!!
  > Belum lagi, kami   suka malu bila harus melewati
  > resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil
  > mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan 'bau
  > matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5
  > ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg
  > parfum mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC
  > mobil anda.
  >
  > Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami
  > juga gak pernah memprotes roda empat. Kami cukup tau
  > diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga
  > kami harus rela mengalah bila berbicara tentang
  > parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm
  > sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan
  > areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya
  > aja beda J.
  >
  > Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda
  > empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan.
  > Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di atas
  > gusuran   tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak
  > mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya
  > demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol
  > ataupun taman safari.
  >
  > Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda
  > sering melihat kami berboncengan 3 atau 4 dengan
  > putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak
  > yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan,
  > kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. Ini
  > karena cara duduk mereka yg sedikit berakrobat di
  > atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya
  > putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam
  > mobil, atau tidur pulas di jok belakang.
  >
  > Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil
  > bapak-ibu, bila melihat kami panik saat hujan turun.
  > Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor, buka
  > jok   motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan.
  > Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi
  > anda. Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo'
  > amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka
  > wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di
  > kaca depan & belakang. Aaaah enaknyaa di mobil.
  >
  > Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu
  > yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami.
  > kami cukup mengerti bila anda tidak pernah
  > membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam
  > hari dengan motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah
  > orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam
  > bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol
  > semata. Amit-amiiiit.
  >
  > Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda
  > menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, sehingga
  > mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
  > 'menerima'   sampah, yang anda buang lewat jendela.
  > Mungkin kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti
  > tong sampah kali yeee. Hi hi hi Mohon maaf juga
  > bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
  > sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik
  > motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena
  > debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata
  > kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he Maaf
  > ya pak-bu. Peace !!!
  >
  > Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan
  > raya, tapi setidaknya, kaum kami belum pernah punya
  > kesempatan bikin masalah buat negara ini. (Jadi gak
  > enak nerusinnya)
  >
  > Memang siiih, rata rata dari kami tidak
  > berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia
  > berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
  > berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka
  > diburu waktu atau hampir terlambat.
  >
  > Memang   siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata
  > krama. Karena kami gak punya cukup uang untuk
  > belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
  > pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).
  >
  > Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk
  > tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu duluan
  > plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor
  > kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang
  > bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana
  > dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
  > akibat sedan mewah anda menyalip kami.
  >
  > Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat
  > mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita
  > bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa penat
  > bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system
  > anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he
  > he, pernah gak anda melihat kami juga terkadang
  >   mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo
  > cuma 10-20 detik. Jadi malu...
  >
  > Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak
  > presiden menaiki motor roda dua untuk meresmikan
  > balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu
  > hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang
  > membuat jalan tol menjadi padat. Sehingga pihak
  > protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal
  > mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing,
  > udah gak sabar buat melesat, hanya untuk bisa
  > dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan trophy
  > segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an
  > ironic...
  >
  > Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di
  > TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik,
  > artis senior maupun junior, politikus, budayawan,
  > berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami
  > tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting   atau
  > menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab
  > kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh
  > naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia,
  > membukakan pintu belakang bagi mereka.
  >
  > Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami
  > cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara
  > mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak, benci anda
  > terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi
  > di atas.
  > Tuhan Maha Adil kan? 

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help